
Di tengah hiruk pikuk Mesir yang penuh sejarah, ada satu ruang kecil tempat anak-anak KKS Indonesia Timur menemukan panggungnya. Namanya La Galigo—BO yang lahir untuk menjaga, merawat, sekaligus menghidupkan denyut seni dan budaya di tanah rantau.
“Kalau bukan kita yang melestarikan budaya, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” ujar Usman Satrio Hidayah, Sekretaris La Galigo. Dan dari sinilah semua cerita bermula.
Visi: Melestarikan, Memperkenalkan, Menghidupkan
La Galigo bukan sekadar wadah untuk anak-anak yang jago tari, musik, atau sastra. Lebih dari itu, visi mereka adalah melestarikan budaya Indonesia Timur sekaligus memperkenalkannya di tanah rantau.
Dengan adanya La Galigo, warga KKS punya tempat buat mengasah bakat dan minat di bidang seni. Tidak peduli yang suka nari, main musik, ngelukis, atau bikin karya sastra—semua bisa ketemu jalannya di sini.
Dan yang lebih penting, La Galigo ingin membentuk kader pemerhati seni dan budaya. Jadi bukan cuma jago tampil, tapi juga ngerti filosofi di baliknya. Seni tidak berhenti di panggung, tapi jadi cara hidup.
Kelas-Kelas Seni: Dari Rampak Bedug Sampai Funky Papua
Salah satu keunikan La Galigo ada pada kelas-kelas seni yang mereka bukan. Tidak main-main, list-nya panjang sekali:
🎭 Kelas Seni Tari:
- Tari 4 Etnis
- Tari Maccule Bombang
- Tari Lita’na Mandar
- Funky Papua
🖌️ Kelas Seni Rupa:
- Kaligrafi
🎶 Kelas Seni Musik Modern & Tradisional:
- Guitar melody & rhythm
- Bass
- Drum
- Keyboard
- Hadrah
- Rampak bedug
- Ganrang/gendang
- Pui-pui
📖 Kelas Sastra & Kebudayaan:
- Angngaru
- Warekkada
- Rehat
Kerenya lagi, beberapa penampilan mereka udah go international level Mesir. Misalnya, tari Funky Papua yang berkali-kali dipanggil KBRI buat tampil di event penting, bahkan di Saharat dan Luxor.
Highlight: Dari Kelas Kaligrafi sampai HUT KKS
Kalau bicara soal highlight, La Galigo punya banyak cerita. Salah satunya kelas kaligrafi yang konsisten banget dan selalu disambut antusias. Anak-anak yang awalnya cuma coba-coba, lama-lama jadi makin jago bikin karya estetik.
Tapi tentu, momen paling pecah ada di HUT KKS. Walau bukan program resmi La Galigo, justru pengurus BO inilah yang banyak turun tangan. Mulai dari Kepala Suku Faturrahman yang mengurus panggung dan divisi acara, sampai Usman Satrio Hidayah yang handle humas, konsumsi, dan perlengkapan.
Dan hasilnya? Penampilan spektakuler! Dari tari-tarian sampai musik, semua bikin penonton terkesima. Yang hadir nggak cuma nonton, tapi beneran hanyut dalam vibe kebudayaan Indonesia Timur.
Strategi & Kolaborasi
Cara La Galigo bergerak simpel tapi efektif: diskusi, kolaborasi, dan kerja lapangan. Mereka juga sering gandeng departemen lain saat seminar lintas budaya, bahkan pihak luar buat kelas seni.
La Galigo ngerti bahwa budaya tidak bisa hidup sendirian. Dia butuh ruang, butuh panggung, dan butuh kolaborasi. Dan itulah kenapa mereka selalu terbuka untuk kerja sama.
Pesan & Harapan: Jangan Malu, Jangan Sungkan
La Galigo punya pesan jelas buat semua anak KKS: “Jangan malu, jangan sungkan, dan jangan dipendam bakatmu.” Karena La Galigo ada justru untuk menyalurkan itu semua.
Mereka juga berharap ke depan akan ada lebih banyak kelas tari, lebih banyak anak yang konsisten ikut kelas, dan tentu, lebih banyak karya spektakuler lahir dari tangan-tangan warga KKS.
Dan jangan lupa, buat mereka seni itu bukan cuma untuk dipamerkan. Sesuatu yang dikerjakan ikhlas, pasti berdampak positif bagi diri sendiri dan orang lain.
Penutup: La Galigo, Rumah Asik Anak Seni
La Galigo adalah rumah. Tempat di mana anak-anak Indonesia Timur di Mesir bisa bebas berekspresi, berkreasi, sekaligus melestarikan budaya leluhur. Dari suara gendang yang menggetarkan, tarian yang penuh makna, sampai goresan kaligrafi yang anggun—semua lahir dari hati, semua hidup di La Galigo.
Jadi, kalau punya ki bakat seni atau sekadar pengen coba, jangan ragu gabung. Karena di La Galigo, setiap langkah tarian, setiap petikan gitar, dan setiap bait puisi adalah bagian dari perjalanan besar: menjaga identitas, merawat budaya, dan membangun kenangan indah di tanah rantau.
“Ayo sama-sama ki lestarikan budaya ta’. La Galigo itu tempat ngumpul asiknya anak seni KKS!” 🎭🎶🖌️