Bifkom, Kairo— KKS Kairo Mesir gelar Tudang Sipulung bersama Dr. Nasrullah bin Sapa, Lc., M.M. di Baruga KKS Mesir, Nasr City, Kairo, Mesir, Ahad (25/10/2026).
Kegiatan ini berlangsung setelah Dr. Nasrullah tiba di Mesir pada 21 Oktober 2026 untuk mendampingi mahasiswa baru ICATT kloter pertama. Pertemuan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman tentang kehidupan akademik, tantangan studi, dan pengembangan diri selama menempuh pendidikan di Mesir.
Dalam kegiatan tersebut, Nasrullah menceritakan perjalanan hidupnya sejak pertama kali datang ke Mesir pada 2004. Ia pernah menjabat sebagai Punggawa KKS periode 2008–2009 hingga berkarier sebagai staf lokal di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo.
Dalam arahannya kepada mahasiswa baru, Dr. Nasrullah menyoroti tantangan adaptasi budaya (culture shock), terutama dalam pola belajar. Menurutnya, perbedaan budaya akademik dapat menjadi salah satu faktor yang menyulitkan mahasiswa pada tahun pertama perkuliahan. Ia mendorong mahasiswa baru untuk mengenali sistem belajar di Mesir dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan lingkungan akademik.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menetapkan target pendidikan hingga jenjang doktoral (S3) di Universitas Al-Azhar. Ia menekankan pentingnya menjaga capaian akademik dengan nilai minimal jayyid. Bagi mahasiswa yang memperoleh nilai di bawah standar tersebut, ia menyarankan pertimbangan untuk melanjutkan studi magister (S2) di Indonesia dengan persiapan yang matang.
Selain capaian akademik, Dr. Nasrullah menekankan empat aspek pengembangan diri. Mahasiswa perlu memperdalam ilmu sesuai jurusan, mempelajari fikih tanpa terbatas pada bidang studi, meningkatkan kualitas bacaan dan pemahaman Al-Qur’an, serta mengembangkan keterampilan sebagai kreator konten.
Ia turut menyarankan mahasiswa mempertimbangkan studi magister di Mesir sekaligus di Indonesia sebagai salah satu pilihan pengembangan akademik.
Dalam refleksi atas perjalanan studinya, Nasrullah mengungkapkan tiga hal yang menurutnya perlu mendapat perhatian mahasiswa. Pertama, pengelolaan waktu agar tidak terbuang sia-sia. Kedua, keaktifan mengikuti kajian keilmuan dan memperdalam Al-Qur’an. Ketiga, pengembangan fannul khitob atau seni menyampaikan pesan serta kemampuan menulis.
Melalui Tudang Sipulung ini, KKS Kairo menghadirkan ruang diskusi dan berbagi pengalaman bagi mahasiswa. Nasihat Dr.Nasrullah menjadi pengingat bagi mahasiswa baru untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan studi, sekaligus mendorong mahasiswa yang telah lebih lama tinggal di Mesir agar memanfaatkan waktu dan kesempatan belajar secara optimal.