
Kalau diibaratkan tubuh, Humas itu kayak urat nadi yang bikin aliran komunikasi tetap lancar. Di KKS Mesir, peran ini dipegang sama Departemen Humas & Diplomasi. Mereka tidak sekadar jadi juru bicara, tapi lebih jauh: jadi penjaga hubungan internal dan eksternal organisasi.
“Intinya, kami mengurus koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi hubungan di tubuh KKS—baik ke dalam maupun keluar,” jelas Moh Kusuma Putranto, Sekretaris Humas & Diplomasi KKS. Departemen ini berada di bawah koordinasi Ketua II, dan posisinya bisa dibilang cukup vital: menjaga kestabilan komunikasi biar organisasi tetap harmonis.
Visi & Tujuan: Menyatukan dengan Silaturahmi
Humas punya satu tujuan jelas: menjaga dan memperluas hubungan. Tapi kalau ditarik lebih dalam, peran mereka tidak cuma sekadar “kontak-kontakan.” Humas adalah jembatan yang bikin internal organisasi tetap selaras, sekaligus menjangkau pihak luar dengan wajah ramah KKS.
Kenapa ini penting? Karena tanpa komunikasi yang rapi, organisasi bisa gampang goyah. Kusuma menyebut, Humas mengemban tugas KIS (Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi) untuk memastikan roda organisasi berjalan mulus. Nilai yang mereka tanamkan juga tidak main-main: budi luhur, toleransi, dan silaturahmi di setiap aspek hubungan.
Buat anak KKS, artinya jelas: Humas mengajarkan kita seni bersosialisasi—gimana caranya adaptif, diplomatis, dan tetap hangat dalam berinteraksi.
Program & Aktivitas: Dari BTS sampai Silaturrahmi
Program kerja Humas terbilang cukup beragam, tapi selalu punya benang merah: membangun kedekatan.
✨ BTS (Burdahan, Tudang Sipulung)
Salah satu kegiatan khas Humas, yang jadi ruang kumpul dan komunikasi santai warga KKS.
✨ Silaturrahim ke Dewan Senior
Ini program yang menurut Kusuma paling berkesan. Anggota Humas berkunjung langsung ke rumah para senior-senior KKS, bukan cuma formalitas, tapi buat mempererat ikatan antara generasi. “Di situ kita belajar langsung, bagaimana menjaga hubungan dengan penuh rasa hormat,” katanya.
Selain itu, ada juga SORKRAB dan beberapa program lain yang sifatnya fleksibel. Ada yang melibatkan lintas departemen, ada juga yang internal saja. Yang jelas, Humas selalu jadi departemen yang muncul di berbagai event besar—kayak HUT KKS—karena memang perannya erat sama komunikasi dan koordinasi.
Highlight & Capaian: Harmonis di Atas Segalanya
Kalau ditanya momen paling memorable, Kusuma langsung ingat suasana diskusi bareng untuk nyusun program kerja. Bagi mereka, momen kumpul itu sendiri udah jadi bagian penting dari perjalanan.
Dan hasil nyatanya juga keliatan: hubungan kekeluargaan di KKS makin erat. Dari sekadar proker, Humas berhasil bikin silaturahmi tidak cuma jadi jargon, tapi benar-benar terasa dalam keseharian warga KKS.
Cara Kerja: Diskusi & Kolaborasi
Buat nyusun program, Humas biasanya pakai metode diskusi internal dulu, lalu dikoordinasikan ke Punggawa untuk review. Setelah itu, baru dieksekusi sesuai kebutuhan.
Soal pelaksanaan, mereka fleksibel: ada yang murni kerja internal, ada juga yang kolaborasi sama departemen lain atau bahkan pihak luar. Intinya, Humas itu tidak bisa kerja sendirian—mereka harus selalu terhubung.
Pesan & Harapan: Latih Jiwa Sosial Kita
Kusuma nitip pesan penting buat semua anak KKS: “Manusia itu makhluk sosial. Agama juga menganjurkan kita untuk menjaga silaturahmi. Maka, kita perlu belajar seni bersosialisasi, adaptif dengan lingkungan, dan diplomatis dalam kehidupan. Semua itu bisa kita latih di Humas & Diplomasi.”
Ke depan, dia berharap departemen ini bisa terus konsisten hadir dengan kegiatan-kegiatan yang membangkitkan jiwa sosial warga KKS. Karena menurutnya, jiwa sosial adalah bakat alami yang harus terus diasah. Dengan begitu, KKS bisa jadi masyarakat homogen yang menjunjung tinggi nilai kebhinnekaan.
Dan pada akhirnya, Humas ingin kita semua jadi manusia yang “selalu memanusiakan manusia.”
Penutup: Wajah Ramah KKS
Humas & Diplomasi bukan sekadar departemen komunikasi. Mereka adalah wajah ramah KKS—baik untuk internal maupun eksternal. Dari program santai kayak BTS, sampai kunjungan penuh makna ke dewan senior, semuanya dirancang untuk satu tujuan: menyatukan lewat silaturahmi.