
Kalau ada yang bisa merangkum vibe anak-anak KKS, itu mungkin “saling terhubung.” Jauh dari tanah air, kuliah di negeri orang, kita semua mencari tempat buat ngerasa aman, diterima, dan punya orang-orang yang sefrekuensi. Nah, salah satu yang bikin suasana kekeluargaan ini makin nyata adalah keberadaan BKA—Badan Koordinasi Anggota.
BKA ini statusnya badan otonom di bawah KKS, tapi posisinya unik banget. Kenapa? Karena secara organisasi, almamater yang terkoordinasi sama BKA sebenernya nggak langsung di bawah KKS, tapi ada di bawah PPMI. Jadi bisa dibilang, BKA itu kayak jembatan—dia nyambungin KKS dengan berbagai almamater, angkatan, bahkan anggota secara umum.
Apa Itu BKA?
Secara gampangnya, BKA adalah penggerak silaturahmi. Dia hadir supaya hubungan antar-almamater, antar-angkatan, dan antaranggota KKS bisa tetap dekat, rukun, dan guyub.
Bayangkan begini: ada banyak almamater dari Sulawesi (bahkan ada juga yang dari luar Sulawesi tapi punya banyak anak KKS di dalamnya). Kalau tidak ada yang urus koordinasi, bisa aja mereka jalan masing-masing tanpa keterhubungan yang rapi. Nah, BKA hadir buat ngikat semua dalam satu rumah besar, namanya KKS.
Sistem Keanggotaan
Ada aturannya juga, bro. Suatu almamater bisa terdaftar secara resmi di BKA kalau:
- Almamater itu berbasis di Sulawesi, atau
- Almamaternya di luar Sulawesi, tapi banyak anggota KKS di dalamnya.
Jadi bukan asal masuk saja. Sistem ini bikin BKA punya arah yang jelas: dia jadi tempat kumpulnya almamater yang punya ikatan kuat dengan KKS.
Di antara almamater yang sudah resmi terdaftar, ada nama-nama yang cukup familiar buat kita:
- IADI Mesir
- IKAKAS Mesir
- FK-Baiquni
- IKA Al-Ikhlas Mesir
- IKPM Sumalia
- Hikmat Mesir
Mereka semua punya warna, budaya, dan gaya sendiri-sendiri. Tapi ketika masuk ke BKA, semuanya nyatu jadi satu kesatuan.
Kenapa BKA Penting?
Nah ini, bro. Kadang orang mikir: “Ngapain repot-repot bikin BKA, toh kita semua udah ada di KKS?”
Justru di situlah letak pentingnya. KKS itu kayak atap besar, tapi di bawahnya ada banyak “kamar kecil” bernama almamater. BKA jadi yang mengurus biar kamar-kamar ini tetap nyambung, tidak asing satu sama lain, dan tetap merasa bagian dari keluarga besar KKS.
Selain itu, silaturahmi adalah nilai yang tidak bisa disepelein. Kita semua tahu dalam budaya Bugis-Makassar (dan Sulawesi secara umum), persatuan itu harga mati. Nah, BKA lah yang menjaga hal ini biar tetap hidup di tanah rantau.
Suasana Kekeluargaan
Yang paling terasa dari BKA bukan program megah atau acara formal, tapi suasana kerja sama.
Coba bayangkan suasana kumpul antar-almamater: ada yang senior, ada yang junior, semua duduk sama-sama, cerita pengalaman, kadang bercanda receh, kadang serius bahas akademik atau organisasi. Di situ terasa banget bahwa kita tidak sendirian di Mesir ini. Ada keluarga besar yang siap jadi support system.
BKA bikin kita ngerti bahwa almamater bukan cuma “label sekolah” tapi juga jembatan emosi dan identitas.
Tantangan BKA
Tentu aja, kerja BKA bukan tanpa tantangan. Salah satunya adalah menyatukan banyak almamater dengan karakter berbeda. Ada almamater yang aktif banget, ada juga yang agak adem-ayem. Ada yang jumlah anggotanya besar, ada juga yang kecil.
BKA harus bisa jadi mediator yang adil. Mereka perlu bikin semua merasa terlibat, tanpa ada yang dominan atau terpinggirkan. Dan ini tidak gampang, bro. Butuh kesabaran, komunikasi yang solid, dan semangat “kita semua satu rumah.”
Highlight dan Momen Berkesan
Momen paling berkesan biasanya datang dari kegiatan silaturahmi. Entah itu acara kumpul besar antar-almamater, diskusi bareng, atau bahkan sekadar kunjungan ke rumah senior. Dari hal-hal sederhana itu, lahir rasa kebersamaan yang tidak bisa digantikan.
Dan jangan salah, bro, momen kayak gini seringkali lebih membekas daripada program resmi yang besar. Karena yang tersisa bukan cuma dokumentasi atau laporan, tapi memori kebersamaan.
Harapan ke Depan
Harapan untuk BKA sebenarnya sederhana tapi dalam: semoga dia tetap jadi rumah besar yang menyatukan semua almamater dan angkatan di bawah KKS.
BKA juga diharapkan bisa terus adaptif dengan zaman. Misalnya, bikin komunikasi antar-almamater lebih gampang lewat media digital, atau bikin program yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa sekarang. Yang penting, esensinya jangan hilang: silaturahmi, kekeluargaan, dan persatuan.
Karena tanpa itu, organisasi cuma jadi struktur kosong. Tapi dengan silaturahmi, organisasi jadi punya ruh.
Penutup: Kita Semua Saudara
Pada akhirnya, BKA adalah pengingat bahwa kita semua datang dari latar belakang almamater yang berbeda, tapi tujuan kita sama. Sama-sama belajar, sama-sama berjuang, sama-sama ingin jadi manfaat.
Di tanah rantau yang jauh dari kampung halaman, BKA hadir untuk memastikan kita nggak kehilangan ikatan itu. Jadi kapanpun kita merasa jauh dari keluarga, cukup tengok kegiatan BKA—di sana ada saudara-saudara kita yang selalu siap menyambut dengan hangat.
Karena di ujung hari, kita semua tetap bagian dari satu keluarga besar: KKS Mesir.