Bifkom, Kairo— Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. KH. Nasaruddin Umar menyempatkan diri berkunjung ke Baruga Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS), Nasr City, Kairo, Mesir, Selasa (20/1/2026).
Dalam kunjungan itu, Prof. Nasaruddin Umar menyampaikan wejangan kepada mahasiswa asal Indonesia Timur yang sedang menempuh pendidikan di Negeri Kinanah.
Kunjungan ke Baruga KKS dilakukan Menag RI di sela agenda padatnya selama tiga hari di Kairo.
Pada hari yang sama, sebelum berkunjung ke Baruga KKS, Prof. Nasaruddin Umar menghadiri Seminar Internasional Fikih Ekologi yang digelar di Al-Azhar Conference Center, Al-Manteqah Al-Oula, Nasr City, Kairo.
Setelah itu, beliau melanjutkan pertemuan dengan para petinggi Universitas Al-Azhar di antaranya mentri wakaf Mesir, Syekh Prof. Dr. Usamah Al-Sayyid Al-Azhari dan rektor Universitas Al-Azhar, Dr. Salamah Dawud.
Dalam agenda tersebut, mereka membahas rencana pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia.
Meski memiliki jadwal yang cukup padat, sang Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta, masih tetap meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan mahasiswa Indonesia asal Indonesia Timur yang tergabung dalam KKS Kairo Mesir.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh pengurus dan puluhan warga KKS yang memadati Baruga.
Dalam penyampaiannya, Prof. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya pengelolaan waktu secara efektif bagi mahasiswa.
Menurutnya, manajemen waktu yang baik akan membantu meningkatkan kosentrasi belajar sekaligus menunjang keterlibatan dalam berbagai aktivitas produktif lainnya.
“Mahasiswa harus pandai mengatur waktu. Jangan sampai waktu habis, tapi ilmunya tidak bertambah. Fokus belajar itu penting, tapi juga harus diimbangi dengan aktivitas yang membangun kapasitas diri,” katanya.
Selain itu, Menag RI juga mendorong mahasiswa untuk membiasakan diri menulis. Beliau menilai, menulis bukan sekadar menuangkan gagasan, tapi juga sarana melatih pola pikir yang terstruktur dan kemampuan analisis yang tajam.
“Dengan menulis, cara berpikir kita akan lebih rapi. Analisis menjadi lebih dalam, komunikasi juga akan terasah. Ini penting, apalagi mahasiswa yang kelak akan menjadi intelektual dan pemimpin umat,” ujarnya.
Prof. Nasruddin menambahkan, setiap mahasiswa memiliki potensi dan keunggulan masing-masing yang perlu dikembangkan secara konsisten.
Beliau mengingatkan agar masa studi di Mesir dimanfaatkan sebaik mungkin, tidak hanya untuk memperdalam keilmuan, tapi juga membangun karakter dan jejaring.
Di akhir penyampaiannya, Menag RI mengungkapkan Kesan khusus terhadap Baruga KKS sebagai rumah di Negeri Kinanah dan ruang silaturahmu bersama mahasiswa Indonesia Timur di Mesir.
“Terasa seperti ada yang kurang kalau berkunjung ke Mesir, tapi belum singgah di sini, di Baruga,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Nasaruddin Umar juga ditemani oleh Staf Khusus Menteri Agama, Dr. H. Bunyamin Muhammad Yapid, Lc., M.H., serta Direktur Penerangan Agama Islam, Dr. Muchlis M. Hanafi, MA.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa KKS Mesir untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan produktivitas selama menempuh pendidikan di Mesir.