Bifkom— Kairo, 24 Mahasiswa asal Indonesia Timur turut mengambil andil dalam kegiatan bantuan sosial ke Palestina, Nasr City, Kairo, Mesir, Sabtu (24/01/2026).
Dalam kegiatan tersebut, 24 mahasiswa ini menjadi relawan untuk membantu pengemasan sejumlah kardus berisi bahan pokok yang akan dikirim ke Palestina.
Aksi ini merupakan bentuk kepedulian dan dedikasi mahasiswa Indonesia terhadap kondisi kemanusiaan di Palestina, sekaligus sebagai upaya mempererat hubungan persaudaraan antarbangsa.
Salah seorang relawan, Yasier Kamal menerangkan, kegiatan pengemasan bantuan berlangsung selama kurang lebih dua jam. Dalam kurun waktu tersebut, para relawan berhasil mengemas sekitar 380 kardus bantuan, dengan berat masing-masing kardus mencapai 12 kilogram.
“Di dalam gedung tersedia berbagai jenis bahan pokok. Alhamdulillah, dalam waktu dua jam yang singkat, kami berhasil mengemas sekitar 380 kardus,” Ungkapnya.
Ia menambahkan, keterlibatannya dalam kegiatan ini memberikan pengalaman berharga.
“Kebaikan yang biasanya saya lihat dari luar, kini bisa saya rasakan langsung dengan terlibat dan berperan di dalamnya,” tambahnya.
Kegiatan tersebut merupakan program yang diselanggarakan oleh Lembaga Misr El-khair Foundation, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berfokus pada pembangunan manusia, pendidikan, kesehatan dan sebagainya di Mesir.
Sementara itu, Penggawa KKS 2025-2026, Abdul Mughni Mukhtar, Lc., juga turut jadi relawan dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, keterlibatan mahasiswa Indonesia Timur tidak terlepas dari peran Nawal Mahmoud, akrab disapa Madam Nawal, sebagai penghubung antara mahasiswa dengan pihak Misr El-Kheir Foundation. Madam Nawal memberikan arahan dan mengajak mahasiswa untuk ikut serta dalam kegiatan sosial tersebut.
“Madam Nawal memanggil anak-anak KKS untuk bisa ikut mengambil andil dan berdedikasi dengan memberikan bantuan berupa tenaga guna mempersiapkan pengemasan makanan dan bahan-bahan pokok untuk saudara saudara di Palestina,” ujarnya.
Lebih lanjut, Penggawa KKS menambahkan, kegiatan serupa telah berlangsung secara rutin sejak tahun 2024.
“Ini merupakan kegiatan tahunan yang dimulai sejak tahun 2024, saat pertama kali Madam Nawal mengajak kami untuk terlibat,” jelasnya.
Melalui kegiatan sosial ini, mahasiswa Indonesia Timur berharap dapat terus berkontribusi dalam aksi kemanusiaan berskala internasional serta menumbuhkan semangat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat yang terdampak konflik dan krisis kemanusiaan.