Selain bulan penuh berkah, bulan Ramadan juga adalah bulan penuh kebersamaan. Bagi mereka yang berada di perantauan, berkumpul bersama orang-orang terdekat tentu adalah hal yang dirindukan. Duduk bersama, menata hidangan buka puasa, menyaksikan siaran TVRI, hingga melepas dahaga bersama setelah seharian penuh berpuasa.
Hal ini menjadikan buka bersama bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi sebuah agenda berharga bagi anak rantau.
Baruga Mappabuka
Mappabuka merupakan sebuah istilah yang kerap digunakan orang Sulawesi khususnya Bugis-Makassar, yang artinya menyediakan buka puasa. Istilah ini kemudian digunakan untuk menggambarkan kehangatan warga KKS yang setiap harinya mengadakan dan menyediakan menu buka puasa bersama khususnya bagi anggota/i baru angkatan Manaratul Ulum 2026.
Berbeda dengan kegiatan buka bersama lainnya yang terlaksana satu atau dua kali, kegiatan Baruga Mappabuka ini rutin terlaksana setiap harinya. Anggota/i Manaratul Ulum mendapat pembagian kelompok sesuai hari yang telah ditentukan.
Bukan Sekadar Menu, Ini tentang Melepas Rindu
Kegiatan ini bukan hanya hadir sebagai rangkaian kebersamaan tapi juga menjadi ajang berkreasi menyajikan menu buka puasa. Menu-menu yang disajikan pun beragam setiap harinya mulai dari menu takjil seperti pisang ijo, bakwan, jalangkote (pastel), sampai makanan berat seperti ayam kari, ayam palekko (makanan khas Bugis) ayam mentega, dan lain-lain. Namun, ini bukan hanya tentang menu buka puasa, tapi seberapa hangat moementum buka puasa tersebut yang bisa membuat rindu kampung halaman.
Bukber tapi Tidak Tarawih? Oh, Tidak!
Kegiatan dimulai dari sore hari dengan berbelanja bahan makanan, kemudian mulai memasak bersama-sama. Memasuki waktu berbuka, hidangan mulai disajikan. Ketika azan Magrib berkumandang, dengan penuh khidmat, doa dilantunkan bersama dan kemudian melepas dahaga setelah seharian penuh berpuasa. Kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah. Tidak sampai di situ, rangkaian Baruga Mappabuka dilanjutkan dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah. Salat Tarawih diisi dengan ceramah yang dibawakan oleh teman-teman angkatan Manaratul Ulum dengan tema yang beragam.
Kegiatan ini tentunya diharapkan bukan sekedar buka bersama bisa tapi menjadi wasilah pengakraban sesama anggota/i KKS khususnya angkatan Manaratul Ulum. Ketika rumah dan keluarga terasa jauh, maka di Negeri Seribu Menara ini, Baruga Sulawesi dan para anggota/i adalah rumah kedua dan keluarga yang selalu bisa menjadi tempat pulang kapan saja.