
(Dok. Keputrian KKS 2025)
Keputrian KKS merupakan Badan Otonom KKS Kairo Mesir yang bertanggung jawab atas seluruh anggoti (sapaan khusus untuk anggota perempuan KKS). Pada masa bakti ini, dewan pengurus Keputrian berjumlah 15 orang yang masing-masing pengurus merupakan delegasi dari angkatan, almamater, atau distrik tempat tinggal anggoti. Hal ini menjadi kebijakan kami karena melihat bertambahnya kuantitas dan kemajemukan anggoti.
Berkaca pada beberapa tahun silam ke belakang, terbentuknya keputrian KKS dulunya belum berdiri sendiri sebagai badan otonom, keputrian hadir dalam bentuk perkumpulan kultural yang diprakarsai oleh Prof. Dr. Hj. Huzaimah Tahido Yanggo M.A, seorang yang dituakan saat itu di kalangan perempuan KKS, beliau juga adalah seorang pakar fiqih perbandingan mazhab asal Indonesia pertama yang menyandang gelar doktor dari Universtias Al-Azhar. Beliau pernah bertutur “Kalau gurutta Farid adalah punggawanya, saya punggawinya”. Setelah beberapa tahun kemudian, keputrian KKS resmi menjadi badan otonom di masa jabatan Faridah Ulfah Rahman, yang menjadi Ketua Keputrian periode 2004-2005.
Melihat sejarah keputrian di atas, kami terketuk untuk tetap melanjutkan warisan berharga dan perjuangan para pendahulu kami di keputrian KKS, agar organisasi dan wadah silaturahmi ini kedepannya tidak redup meski telah melalui banyak badai dan ombak selama berlayar lamanya.
Keputrian KKS hadir sebagai wadah silaturahmi dan penguatan persaudaraan antar Anggoti, sekaligus sebagai pelaksana program-program yang dirancang agar dapat menyentuh seluruh kalangan. Struktur organisasi dibagi ke dalam beberapa divisi dengan fungsi spesifik sebagai berikut:
a. Divisi Hubungan Masyarakat (HUMAS) dan Komisaris
Divisi ini bertugas mengelola komunikasi internal dan eksternal organisasi, mempererat jaringan silturahmi antar Anggoti, serta menjaga citra Keputrian KKS di mata publik. Selain itu, divisi ini juga sebagai komisaris atau memegang peran penting dalam pengelolaan kemandirian ekonomi, atau anggaran dasar organisasi, termasuk pengelolaan iuran dan usaha-usaha yang mendukung pembiayaan organisasi, seperti usaha kaos kaki, jastip coklat, cemilan, ticketing, dll.
b. Divisi Kajian dan Pemberdayaan Anggoti
Fokus utama divisi ini adalah mengembangkan potensi intelektual dan spiritual Anggoti. Divisi ini berupaya menyediakan wadah agar Anggoti bisa memperluas wawasan, berdaya guna, dan siap berkontribusi dalam masyarakat luas maupun dalam lingkup perempuan secara khusus.
c. Divisi Media
Menyadari pentingnya era digital, divisi ini berfokus pada pengembangan kreativitas Anggoti di bidang visual, editing, dan pengelolaan media sosial. Dengan tugas mengabadikan momen kebersamaan serta menyebarkan informasi kegiatan secara efektif, divisi ini berkontribusi dalam menjaga semangat dan kekompakan Anggoti di era modern.
Sebagian besar program kerja kami merupakan kelanjutan dari kepengurusan sebelumnya, yang merupakan program fundamental Badan Otonom Keputrian. Di tahun kepengurusan 2024-2025, dan sebagian lainnya adalah program baru yang tetap selaras dengan prinsip kami; sosial kemasyarakatan, pendidikan, dan perempuan, dengan menginisiasi satu program baru, yaitu Seminar Syariah dan Medis. Program ini menjadi wujud nyata komitmen kami dalam menghadirkan kegiatan yang relevan dan bermanfaat bagi Anggoti dan masisirwati secara umum.