Bifkom, Kairo— Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) Mesir selenggarakan Daurah Mabadi’ Asyarah dan Manhajiyyah at-Ta’allum bagi 150 mahasiswa tahun pertama di Baruga KKS Mesir, 6-8 April 2026.
Agenda strategis ini bertujuan memperkuat fondasi akademik mahasiswa dalam menghadapi kurikulum di Universitas Al-Azhar yang dikenal memiliki tradisi keilmuan yang khas dan mendalam.
Selama tiga hari, para peserta mendapatkan bimbingan intensif dari para mentor dan senior tingkat pascasarjana. Fokus utama kegiatan ini mencakup pendalaman metode belajar efektif (Manhajiyyah at-Ta’allum) serta pengenalan sepuluh prinsip dasar (Mabadi’ Asyarah) di berbagai disiplin ilmu syariah sebagai bekal navigasi intelektual mahasiswa baru.
Salah satu penyelenggara kegiatan, Muhammad Ahsan, menekankan pentingnya adaptasi awal terhadap pola pengajaran di Kairo. “Program ini merupakan langkah awal bagi mahasiswa baru untuk memahami tradisi keilmuan Al-Azhar agar arah belajar mereka lebih sistematis sejak tahun pertama,” ungkapnya.
Menurutnya, pemahaman yang benar terhadap metode belajar akan sangat menentukan keberhasilan akademik mahasiswa di masa depan.
Berbeda dengan orientasi organisasi pada umumnya, daurah ini lebih menitikberatkan pada aspek intelektual.
Selain penyampaian materi secara teoretis, mahasiswa juga dilibatkan dalam kelompok pembimbingan kitab secara intensif guna membiasakan mereka dengan literatur klasik (turats).
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia, Muh. Rifqy Rustam, berharap kegiatan ini terus bertransformasi menjadi identitas keilmuan KKS.
“Harapan saya untuk acara-acara KKS secara umum semoga bisa lebih berkembang. Khusus untuk Daurah Mabadi’ Asyarah, saya harap dapat terus berlangsung dari masa ke masa dengan konsep unik yang mampu mewarnai khazanah keilmuan di lingkungan KKS,” jelasnya.
Melalui program ini, KKS Mesir berkomitmen untuk terus menjaga tradisi pembinaan keilmuan yang berkelanjutan demi mencetak kader ulama dan intelektual yang mumpuni bagi bangsa dan agama.