Bifkom, Kairo— Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) Mesir gelar Seminar Pembekalan Pertalaqqian di Baruga guna memberikan sarana pembekalan bagi siswa dan siswi madrasah setelah menyelesaikan pembelajaran ilmu alat. KKS, Nasr City, Kairo, Mesir, Rabu (08/07/2026).
Seminar tersebut memiliki tema “Menghidupkan Kembali Tradisi Talaqqi di Bawah Naungan Manhaj Al-Azhar”.
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga pemateri yang memiliki pengalaman panjang dalam dunia pertalaqqian, yakni H. Bahtiar Nawir, Lc., Dipl., H. Mushlihuh Fadhil Masykur, Lc., M.A., serta Dr. Hilmah Rosyida, Lc., M.A. Panitia memilih ketiga tokoh tersebut karena rekam jejak mereka dalam aktivitas pertalaqqian serta keterlibatan mereka dalam pengembangan tradisi keilmuan di lingkungan Al-Azhar.
Ketua pelaksana menjelaskan, seminar mengangkat tiga materi pokok. Materi pertama membahas manhaj Al-Azhar sebagai fondasi dalam memahami tradisi keilmuan kampus tertua di dunia Islam. Materi kedua memuat tips serta trik praktis dalam bertalaqqi. Materi terakhir mengulas urgensi talaqqi beserta pentingnya sanad keilmuan dalam menjaga kesinambungan transmisi ilmu.
Seminar berlangsung selama satu hari dengan melibatkan pengurus serta Majlis Syuyukh Madrasah KKS Mesir.
Panitia semula memfokuskan kegiatan kepada siswa dan siswi Madrasah KKS. Potensi seminar serta kapasitas para pemateri mendorong panitia membuka kesempatan bagi seluruh warga KKS Mesir. Langkah tersebut bertujuan membantu peserta memetakan perjalanan intelektual selama menempuh pendidikan di Mesir.
Sasaran utama seminar mencakup siswa Madrasah KKS serta mahasiswa baru. Kelompok tersebut dinilai membutuhkan arahan mengenai metode belajar yang sesuai dengan tradisi akademik Al-Azhar. Kehadiran para peserta dari berbagai kalangan menunjukkan tingginya perhatian warga KKS terhadap penguatan budaya talaqqi di tengah kehidupan mahasiswa Indonesia di Mesir.
Pengurus Madrasah KKS bersama Majlis Syuyukh berperan dalam penyelenggaraan seminar. Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen lembaga dalam membangun ekosistem keilmuan yang berlandaskan tradisi talaqqi serta sanad.
Panitia berharap Seminar Pembekalan Pertalaqqian dapat menjadi sumber motivasi bagi siswa madrasah secara khusus serta warga KKS secara umum. Seminar ini diharapkan mampu mendorong peserta untuk lebih giat bertalaqqi, memahami manhaj Al-Azhar, serta menyusun peta perjalanan keilmuan selama menimba ilmu di Mesir.
Melalui pemahaman tersebut, peserta diharapkan mampu melanjutkan proses belajar secara terarah serta menjaga tradisi keilmuan yang telah berkembang di lingkungan Al-Azhar selama berabad-abad.