Bifkom, Kairo— Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) Mesir kembali laksanakan program kurban tahunan pada Hari Raya Iduladha 1447 H, Nasr City, Hay Tsamin, Kairo, Mesir, Mulai pada 27-29 Mei 2026.
Program tersebut melibatkan peserta dari berbagai unsur, mulai dari warga KKS, almamater afiliasi KKS, masyarakat Indonesia di tanah air, keluarga besar organisasi lain, hingga angkatan internal KKS. Selain itu, organisasi mahasiswa Malaysia di Mesir, Muhim Mesir dan Haluan Siswa Mesir, turut menyalurkan hewan kurban melalui kepanitiaan KKS dengan dukungan Markaz Al-Badr.
Melalui program Tersebut, warga dari berbagai latar belakang dapat berpartisipasi dalam tujuan berbagi manfaat kepada sesama.
Mus’ab Ibnu Abbas atau yang kerap disapa Ibas, salah satu panitia, menegaskan bahwa program ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga memperkuat nilai amanah, kepercayaan, keikhlasan, kepedulian sosial, serta silaturahim di kalangan warga KKS dan masyarakat penerima manfaat.
“Kegiatan Kurban dikalangan warga KKS merupakan salah satu kegiatan yang dimana terkumpulnya segala bentuk kebaikan, Bukan hanya sekedar kurban, namun ada amanah yang dijalankan, kepercayaan, keikhlasan, dan yang paling penting adalah saling berbagi & silaturahim antar sesama warga KKS, yang memang sudah menjadi ruh sehingga kelestarian kerukunan ini tetap terjaga” ungkapnya.
Kepanitiaan kurban melaksanakan penyembelihan dan distribusi pada 27, 28, dan 29 Mei 2026 atau bertepatan dengan 10, 11, dan 12 Dzulhijjah 1447 H. Secara keseluruhan, program kurban tahun ini menghimpun 44 ekor kambing dan domba serta 1 ekor sapi. Pada hari pertama, tim pelaksana menyembelih 3 ekor domba dan 21 ekor kambing. Hari kedua mencatat 2 ekor domba dan 18 ekor kambing, sedangkan hari ketiga mereka menyembelih 1 ekor sapi.
Ibas menambahkan, sejak jauh hari, penyelenggara menyusun rangkaian kegiatan secara bertahap, mulai dari publikasi program, pemilihan hewan kurban, pemesanan, pengecekan kondisi hewan, penyembelihan, pemotongan, penimbangan daging, hingga distribusi. Mereka juga mendokumentasikan setiap proses guna memastikan keterbukaan informasi dan memudahkan pelaporan.
Untuk menjaga transparansi, pengurus program mengelola dana rupiah melalui rekening resmi KKS Mesir, sementara bendahara menerima dana dalam mata uang pound Mesir secara langsung. Meski pendaftaran awal hanya mencatat 3 kambing dan 1 domba, antusiasme peserta terus meningkat hingga menjelang Iduladha sehingga program kurban tahun ini dapat terlaksana dengan baik.